Selasa, 02 November 2010

Contoh proposal PKMK










PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM:
KERUPUK KELAPA PLUS IKAN TUNA

BIDANG KEGIATAN:
PKM KEWIRAUSAHAAN

Disusun oleh:

Ketua kelompok        : LEO SUSENO                    (E1C009065/2009)
Anggota                      : PUTRA KARYADI            (E1C007011/2007)
: PUTRI ANGGRAINI        (E1C010034/2010)


                       


UNIVERSITAS BENGKULU
BENGKULU
2010
HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul Kegiatan         : Kerupuk Kelapa Plus Ikan Tuna
2. Bidang Kegiatan     :(    ) PKMP                 ( Ö ) PKMK
 (    ) PKMT                 (     ) PKMM
3. Bidang ilmu            :(    ) Kesehatan           ( Ö ) Pertanian
 (    ) MIPA                 (     ) Teknologi dan Rekayasa                        (    ) Sosial ekonomi   (     ) Humaniora    (    ) Pendidikan
4. Ketua Pelaksana Kegiatan/Penulis Utama
a. Nama Lengkap                    : Leo Suseno
b. NIM                                    : E1C009065
c. Jurusan/Fakultas                  : Peternakan/Pertanian
d. Universitas                          : Universitas Bengkulu
   e. Alamat Rumah/Telp            :Jln.WR.Supratman, Gang Juwita No62 Unib Belakang,     Bengkulu /0819 7706 0634
                                                  
f. Alamat email                       : susenoleo@ymail.com
5. Anggota Pelaksana Kegiatan : 2 0rang
6. Dosen Pembimbing
a. Nama Lengkap                    : Olfa Mega, S.Pt, M.Si
b. NIP                                                 : 132 262 201
c. Alamat rumah/Telp         : Jl. Kalimantan Gang Merpati IV No 30 Rt 02 Rw 02  Rawa Makmur Bengkulu/081 373 189108
7. Biaya Kegiatan Total          : Rp. 6.683.000,00
a. DIKTI                                 : Rp. 9.683.000,00
b. Sumber lain                         : Rp. –
8. Jangka Waktu Pelaksanaan : 2 Bulan

Bengkulu, Oktober 2010
Menyetujui
Ketua Jurusan Peternakan                                                       Ketua Pelaksana




(Ir. Hardi Prakoso, MP)                                                          (Leo Suseno)
NIP. 131 572488                                                                    NIM E1C009065

Pembantu Rektor                                                                    Dosen Pendamping
Bidang Kemahasiswaan




(Hutapia, S.E,.M.E.,)                                                              (Olfa Mega, S.Pt, M.Si)
NIP. 19650818-199001-1-002                                                NIP. 132 262 201                  



A.    JUDUL: Kerupuk Kelapa Plus Ikan Tuna (Keluna)

B.     Latar Belakang Masalah

Permintaan konsumen akan kerupuk ikan semakin lama semakin meningkat. Namun seperti kita ketahui bahwa bila pembuatan kerupuk hanya menggunakan  bahan dasar ikan saja maka cukup memberatkan konsumen yang membeli kerupuk tersebut dengan harga yang cukup tinggi, dan apabila produsen menurunkan harga maka hanya sedikit keuntungan yang diperoleh oleh produsen atau dengan kata lain tidak memaksimalkan pendapatan. Karena itulah kami mencoba untuk memberikan alternatife lain yaitu pembuatan kerupuk kelapa plus ikan tuna. Bahan dasar ikan tetap digunakan karena aroma dan rasanya yang disukai oleh konsumen namun bahan dasar lain yang digunakan adalah buah kelapa.
Seperti diketahui bahwa buah kelapa,  di Indonesia belum dieksplorasi secara maksimal terutama kelapa tua. Karena itu apabila buah kelapa sedang melimpah terkadang menjadi terbuang untuk itu perlu dibuat suatu pengolahan lain yang dapat menjadikan nilai jualnya semakin tinggi sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan petani kelapa dan meningkatkan daya beli konsumen. Buah kelapa juga mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh seperti sebagai berikut: kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium,  fosfor,  besi,  vitamin A,  vitamin B-1,  vitamin C, air.
Selain itu di provinsi Bengkulu, ikan tuna telah diolah menjadi krupuk tetapi harga kerupuk tersebut relatif mahal. Untuk itu perlu upaya memodifikasi kerupuk ikn tuna dengan penambahan kelapa dengan komposisi tertentu untuk mendapat produk yaitu kerupuk kelapa ikan tuna (keluna) baru sehingga dengan dibuatnya keluna ini diharapka harganya menjadi lebih terjangkau oleh semua lapisan masyarakat disamping dapat memanfaatkan dan meningkatkan nilai tambah kelapa.
C.    Perumusan Masalah
Permasalahan yang menimbulkan gagasan program ini adalah banyaknya kelapa tua yang belum dieksplorasi menjadi makanan jadi. Kerupuk ikan sangat disukai oleh masyarakat tetapi harganya relatif mahal untuk itu perlu dicari alternatif dengan cara pembuatan produk keluna.


D.     Tujuan Program
Tujuan dari program ini adalah memanfaatkan kelapa tua dan ikan tuna untuk diolah menjadi kerupuk ikan tuna.

E.     Luaran yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari program ini adalah produk olahan kerupuk dari buah kelapa dan ikan tuna yang bermanfaat dan memiliki nilai jual tinggi.

F.     KEGUNAAN PROGRAM
Program ini dapat berguna sebagai salah satu strategi dalam memanfaatkan ikan tuna dan kelapa  tua yang melimpah dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah ikan tuna.

G.    Gambaran umum rencana usaha
Propinsi Bengkulu yang terletak di pulau Sumatera menyimpan potensi yang dapat dijadikan sebagai peluang usaha, khususnya di bidang kewirausahaan dan industri. Serta di Bengkulu ini merupakan propinsi yang masih berkembang, dimana pemerintahan dan para masyarakatnya masih giat-giatnya dalam pembangunan. Untuk itu kewirausahaan di bidang pengolahan kerupuk dalam pengembangannya sangat besar potensi yang tersedia dan belum dikelola secara optimal dan profesional. Karena diperkirakan pengusaha kerupuk ikan tuna akan banyak mendapat permintaan dari konsumen. Sehubungan dengan itu, kerupuk yang terbuat dari ikan tuna dan buah  kelapa ini ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau oleh konsumen.
Dalam pembuatan kerupuk ikan tuna ini tidak memerlukan modal yang cukup besar, hal ini karena bahan yang digunakan bisa diperoleh dari wilayah sekitar. Pembuatan kerupuk kelapa bukanlah hal baru lagi, akan tetapi pelaksanaannya masih sangat terbatas. Untuk daerah Bengkulu pengolahan kerupuk kelapa masih belum begitu familiar akan tetapi masyarakat tahu bahwa kelapa dapat dijadikan bahan baku dalam pembuatan kerupuk. Menurut survey masyarakat lebih menyukai kerupuk ikan dibanding kerupuk kelapa karena aroma khas ikannya namun harga dari kerupuk ikan tersebut yang mahal sehingga konsumen menjadi keberatan untuk membeli. Maka dari itu alternatif untuk menggabungkan kelapa dan ikan tuna menjadi kerupuk ikan tuna adalah pilihan tepat dikarnakan selain aroma dan rasa ikan tuna yang tetap ada, harganya  juga dapat dijangkau oleh konsumen.   
Ikan tuna dibeli dari nelayan-nelayan di Bengkulu. Pengembangan di sektor kewirausahaan ternyata semakin membuka peluang investasi di bidangnya, dikarenakan meningkatnya kebutuhan akan kerupuk ikan tuna yang berkualitas dengan harga yang terjangkau. Dan dilihat dari sumberdaya yang ada, maka ikan tuna dan buah kelapa akan semakin membuka peluang tambahan pemasukan bagi para usahawan dalam melaksanakan usahanya. Rencana pendirian usaha pengolahan ikan dan buah kelapa  menjadi kerupuk ikan tuna ini adalah selama 2 bulan. Lokasi usaha berada di kawasan kelurahan Kandang Limun Bengkulu yang berjarak sekitar 6 kilometer dari pusat kota. Pada usaha pengolahan ikan tuna dan buah kelapa menjadi kerupuk ikan tuna ini, struktur organisasi usaha masih cukup sederhana, dimana 1 orang sebagai ketua dan 2 orang sebagai anggota dengan pembagian tugas yang telah ditetapkan, sehingga diharapkan dengan pembagian tersebut dapat memperlancar jalannya usaha. Dalam merencanakan usaha pengolahan ikan tuna dan buah kelapa menjadi kerupuk ikan tuna ini, sudah dilakukan suatu perhitungan dan perkiraan secara teoritis yang cermat dan dapat dipertanggung jawabkan.
H.    METODE PELAKSANAAN
Program PKM ini dilaksanakan di laboratorium Peternakan, Fakultas Pertanian, UNIB.

Alat yang digunakan : Pisau , meat, panci, wadah plastik, sendok, penggiling daging, dan kompor. 

Bahan yang digunakan :
Kelapa tua, daging ikan tuna, tepung tapioka, bawang putih dan bawang merah, ketumbar, kapur sirih dan garam.

Proses Pembuatan
1.      Pengolahan ikan tuna
Ikan tuna dicuci dengan air bersih kemudian disiangi dengan cara membuang bagian kepala dan jeroan setelah itu ikan dicuci lagi dan. Kemudian ikan tuna digiling sampai halus dengan alat meat separator.
2. Pengolahan kelapa
Buah kelapa yang digunakan adalah kelapa tua. Bagian luar kulit kelapa digerus hingga nampak putih kemudian dicuci dengan air hangat. Setelah itu kelapa diparut.
3. Pembuatan Kerupuk
Tahap pembuatan kerupuk adalah sebagai berikut :
1.      Campurkan kelapa parut dengan tepung tapioka dengan perbandingan 3:4. setelah rata campur dengan bumbu yang telah dihaluskan (bawang merah, bawang putih, ketumbar dan garam)
2.       Setelah rata campur dengan  gilingan ikan tuna yang telah halus dan campur hingga adonan menjadi padat dengan skala perbandingan 1 (campuran kelapa parut dengan tepung tapioka dan gilingan ikan tuna dengan perbandingan 3:4:1).
3.      Adonan yang telah jadi dimasukkan ke plastik ukuran ½ atau 1 kg
4.      Kemudian bentuk sedemikian rupa hingga memudahkan untuk diiris.
5.      Setelah dimasukkan ke dalam plastik, lilin plastik tersebut namun pada bagian pinggir-pinggir plastik ditusuk dengan jarum hingga udara sedikit masuk.
6.      Adonan yang telah diplastik  dimasukkan kedalam panci dan direbus.
7.      Air rebusan sebelumnya telah diisi dengan kapur sirih untuk membuat kerupuk menjadi kembang.
8.      Tunggu sampai adonan menjadi terangkat kepermukaan kemudian angkat dan tiriskan.
9.      Simpan selama 1 hari baru adonan rebus tersebut diiris tipis-tipis dengan diameter ½ cm dan kemudian dijemur hingga kering dan garing.

4. Pengemasan
Langkah selanjutnya adalah melakukan pengemasan yang menarik sehingga menarik minat konsumen. Kemasan menggunakan plastik dengan system hampa udara sehingga dapat bertahan lama. Kemasan dirancang semenarik mungkin sehingga mewakili ciri khas produk. Misalnya dengan menampilkan gambar ikan tuna pada kemasan sehingga orang sudah tertarik pada produk ketika baru melihatnya. Didalam kemasan juga dicantumkan komposisi produk dan juga masa kadaluwarsa.

I.       JADWAL KEGIATAN
Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan












J.      RANCANGAN BIAYA

Tabel 2. Rancangan biaya PKM selama 2 bulan










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar